"Ah, nanti sajalah"
"Kan masih lama"
"Kalau sekarang lagi mager"
Pernyataan demi pernyataan seperti itu terdengar begitu ironis. Seakan-akan menyepelekan harga sebuah waktu.
Cuplikan demi cuplikan yang terjadi, bahwa dunia ini terlalu di dominasi oleh kebanyakan manusia yang suka menunda-nunda.
Bukan
karena tidak bisa, hanya saja karena tunduk pada rasa malas yang
bergelayutan di dalam jiwa. Patuh pada tubuh yang sudah terbiasa
bersenang-senang dengan minimnya pergerakan
Ada sebagian dari
kita yang terlalu membawa pusing sesuatu hal yang kebanyakan orang
menganggapnya hanyalah sesuatu hal yang sepele.
Ada sebagian dari
kita yang menganggap segala sesuatunya begitu penting, padahal
kebanyakan orang tidak terlalu pusing memikirkannya.
Mungkin itu kedengarannya begitu baik.
Ini
bukanlah tentang penting atau tidaknya sesuatu tersebut, akan tetapi
tentang bagaimana kita dengan antusias untuk segera menyelesaikannya.
Bukan
hanya membiarkannya begitu saja larut dan terbawa arus waktu. Sehingga
hal yang tadinya dianggap kecil dan sepele, semakin lama akan bertambah
massa dan volumenya.
Bukankah kita juga yang akan kesulitan
menghadapinya? Bukankah kita juga yang akan kewalahan setelah
berlama-lama mengumpulkannya?.
Sehingga menjadi bom waktu yang sewaktu-waktu akan meledak dengan sendirinya.
Pesan
terpentingnya, jangan pernah menganggap enteng suatu persoalan dan
pekerjaan. Jikalau kita memang merasa mampu dan sanggup melakukannya
maka selesai kan saat itu juga. Bukan dengan malah menunda-nundanya.
Hingga lama-kelamaan larut di telan masa dan kehilangan daya untuk
menuntaskannya.
Rabu, 03 Februari 2021
Mengapa terlalu sering menunda-nunda?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar