Rabu, 03 Februari 2021

Mengapa terlalu sering menunda-nunda?

"Ah, nanti sajalah"
"Kan masih lama"
"Kalau sekarang lagi mager"

Pernyataan demi pernyataan seperti itu terdengar begitu ironis. Seakan-akan menyepelekan harga sebuah waktu.

Cuplikan demi cuplikan yang terjadi, bahwa dunia ini terlalu di dominasi oleh kebanyakan manusia yang suka menunda-nunda.

Bukan karena tidak bisa, hanya saja karena tunduk pada rasa malas yang bergelayutan di dalam jiwa. Patuh pada tubuh yang sudah terbiasa bersenang-senang dengan minimnya pergerakan

Ada sebagian dari kita yang terlalu membawa pusing sesuatu hal yang kebanyakan orang menganggapnya hanyalah sesuatu hal yang sepele.

Ada sebagian dari kita yang menganggap segala sesuatunya begitu penting, padahal kebanyakan orang tidak terlalu pusing memikirkannya.
Mungkin itu kedengarannya begitu baik.

Ini bukanlah tentang penting atau tidaknya sesuatu tersebut, akan tetapi tentang bagaimana kita dengan antusias untuk segera menyelesaikannya.

Bukan hanya membiarkannya begitu saja larut dan terbawa arus waktu. Sehingga hal yang tadinya dianggap kecil dan sepele, semakin lama akan bertambah massa dan volumenya.

Bukankah kita juga yang akan kesulitan menghadapinya? Bukankah kita juga yang akan kewalahan setelah berlama-lama mengumpulkannya?.
Sehingga menjadi bom waktu yang sewaktu-waktu akan meledak dengan sendirinya.

Pesan terpentingnya, jangan pernah menganggap enteng suatu persoalan dan pekerjaan. Jikalau kita memang merasa mampu dan sanggup melakukannya maka selesai kan saat itu juga. Bukan dengan malah menunda-nundanya. Hingga lama-kelamaan larut di telan masa dan kehilangan daya untuk menuntaskannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar