Selasa, 31 Oktober 2023
Sepuluh bulan berlalu di tahun ini. Dari tahun-tahun sebelumnya, tahun ini adalah salah satu tahun terberat bagi saya. Meskipun setiap bulan-bulan berlalu seperti biasa, tersebab saya sendiri tidak pernah mengistimewakan apa-apa. Saya sangat menghargai waktu dan setiap kesempatan. Saya hitung setiap pemberian Tuhan yang saya sendiri sadar bahwa saya tidak bisa menghitungnya selain mensyukurinya. Saya mensyukuri keluguan yang saya miliki. Dengan keluguan itu mengajari saya arti ketulusan yang menjadikan putih akan tetap putih dan segala yang hitam takkan meruntuhkan ataupun menggoyahkan saya sedikitpun. Menatap hidup dengan seluruh cara, sekuat, samampu, dan sebisa saya. Tenggelam dalam kilas balik perjalanan tentang menjadi kuat meskipun rapuh, menjadi tawa meskipun menangis, dan menjadi tegar meskipun babak belur. Melepas segala bentuk kepergian dengan penuh kesan. Tidak ada yang perlu tinggal dalam paksa. Tidak perlu menetap untuk tertawan. Pun tidak perlu menjadi kawan jika tidak diinginkan. Saya justru telah terbiasa dengan kesendirian. Mengunci, membatasi, dan tertutup dengan segala interaksi. Saya sudah cukup paham bagaimana caranya untuk mengintropeksi dan mengevaluasi. Saya marasa cukup dengan apa yang sudah ada saat ini. Kesederhaan dan ketulusan yang tersembunyi tanpa harus dipuja-puji.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar