Nanti
Kita Perlu Cerita Tentang 14 Hari
Oleh
Nola Vita Sari
Memperingati Hari Puisi Sedunia
Memperingati Hari Puisi Sedunia
Kini ataukah besoknya bumi tak lagi sama.
Bukan karena perang dunia.
Bukan karena pertempuran sengit.
Namun sebab kehadiran sebuah wabah penyakit.
Manusia tidak pernah mengundangnya hadir di bumi.
Mungkin hanya Tuhan saja yang membuatnya berada
disini.
Bukan karena Ia benci atau hanya sekedar menguji.
Yang pasti fenomena ini bagian dari cerita yang tak
sesuai ekpektasi.
Memperkenalkan dirinya sebagai Corona.
Yang siap memakan dan merenggut nyawa manusia.
Tidak memandang jenis kelamin dan usia.
Semua sama saja setiap ynag ditemuinya.
Kini 14 hari yang terasa begitu asing.
Manusia mulai mengenal social distancing.
Mahasiswa dikeluhkan dengan sistem daring.
Karena spesies Corona sudah banyak berkeliling.
Kini 14 hari yang mungkin menjadi pilihan.
Kegiatan belajar formal yang dihentikan.
Perkuliahan dan sekolah dalam jaringan.
Menjadi sesuatu hal yang banyak dikeluhkan
Kini 14 hari rindu dengan kampung halaman.
Karena kebijakan bukan untuk liburan.
Melainkan preventif agar tidak ada korban.
Karena virus ini sangat mematikan.
Kini 14 hari yang meninggalkan kegabutan.
Tidak ada lagi mengunjungi tempat hiburan.
Tidak ada lagi hari-hari yang menyenangkan.
Mana mungkin hanya diisi dengan rebahan dan rebahan.
Kini 14 hari dengan misi pencegahan.
Hanya berlindung dan berdiam diri dalam ruangan.
Mencari tempat yang aman dari keramaian.
Karena virus ini dengan mudah ditularkan.
Kini 14 hari harus menjaga diri.
Untuk semua penduduk bumi.
Jaga kesehatan dengan baik mulai saat ini.
Semoga kita bisa bertemu esok hari.
Disaat semua yang baik pulih kembali.
Nanti Kita Perlu Cerita Tentang 14 Hari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar