Sebagai seorang pengabdi kesibukan, aku
terlalu banyak menghabiskan waktu untuk berpikir hingga lupa bagaimana
caranya menikmati hidup. Dikatakan berambisi, aku bukanlah seseorang
yang terlalu kuat akan ambisi. Aku senang dengan rutinitas dan semua
pekerjaanku. Hanya saja, kadar semangat yang hiperbola sampai aku
kesulitan untuk mengontrolnya. Terkadang aku juga bertanya sendiri dalam
hati : apakah salah jika aku begini?
Sementara, kegigihanku
hanyalah bayaran karena telah berani menulis mimpi, meskipun tidak
jarang aku tidak mendapatkan apa-apa sama sekali. Justru semakin
membuatku tertantang untuk kembali berdiri meskipun tertatih-tatih.
Aku
tahu, betapa banyaknya dari mereka memandangku sebelah mata. Iya, aku
hanyalah gadis yang cupu dan kaku. Bahkan untuk jatuh cinta saja, aku
tidak pernah berani akan hal itu. Aku terlalu takut karena merasa tidak
pantas. Dalam hidupku hanya ada hari bekerja dan berpikir. Tanpa pernah
penasaran bagaimana rasanya jadi seperti mereka.
Aku mengaku
salah. Aku bukanlah orang yang hebat dan berpengaruh bagi orang lain.
Aku hanya ingin bermanfaat. Tanpa pernah berpikir semua kebaikan itu
akan balik kepadaku lagi. Ada yang pernah bilang, jika kita baik dan
ingin bermanfaat, tapi jangan sampai malah dimanfaatkan. Kata-katanya
terdengar ironis. Dengan polosnya, aku hanya angguk-angguk kepala.
Seakan-akan sudah paling paham dan paling mengerti.
Aku diam-diam
menulis mimpi. Bukan karena untuk kesenangan pribadi, akan tetapi aku
telah menyusunnya dengan rapi dari setiap langkah yang akan ku tapaki.
Dari beberapa cerita yang telah terjadi, terlalu banyak hal-hal yang ku
sesali. Semua karena keteledoran dan kecorobohanku serta berani ambil
ekspektasi. Ujung-ujungnya selalu berkata begini.
"Andai saja tadi begini, mungkin tidak akan begitu"
"Jika saja lebih begini, mungkin tidak akan seperti itu"
"Harusnya tadi seperti ini, pasti hal itu tidak akan terjadi"
Sampai
disini, aku cukup tahu diri. Tidak ada yang perlu lagi ku sesali.
Meskipun sedih, kecewa, dan luka pasti ada. Segala yang ada saat ini,
itulah yang pantas untuk ku dapati. Namun satu hal yang pasti, aku tidak
akan berhenti.
Lubuk Sikaping, 3 Januari 2021
Rabu, 03 Februari 2021
Sesalan Kemarin
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar