Rabu, 03 Februari 2021

Sesalan Kemarin

Sebagai seorang pengabdi kesibukan, aku terlalu banyak menghabiskan waktu untuk berpikir hingga lupa bagaimana caranya menikmati hidup. Dikatakan berambisi, aku bukanlah seseorang yang terlalu kuat akan ambisi. Aku senang dengan rutinitas dan semua pekerjaanku. Hanya saja, kadar semangat yang hiperbola sampai aku kesulitan untuk mengontrolnya. Terkadang aku juga bertanya sendiri dalam hati : apakah salah jika aku begini?

Sementara, kegigihanku hanyalah bayaran karena telah berani menulis mimpi, meskipun tidak jarang aku tidak mendapatkan apa-apa sama sekali. Justru semakin membuatku tertantang untuk kembali berdiri meskipun tertatih-tatih.

Aku tahu, betapa banyaknya dari mereka memandangku sebelah mata. Iya, aku hanyalah gadis yang cupu dan kaku. Bahkan untuk jatuh cinta saja, aku tidak pernah berani akan hal itu. Aku terlalu takut karena merasa tidak pantas. Dalam hidupku hanya ada hari bekerja dan berpikir. Tanpa pernah penasaran bagaimana rasanya jadi seperti mereka.

Aku mengaku salah. Aku bukanlah orang yang hebat dan berpengaruh bagi orang lain. Aku hanya ingin bermanfaat. Tanpa pernah berpikir semua kebaikan itu akan balik kepadaku lagi. Ada yang pernah bilang, jika kita baik dan ingin bermanfaat, tapi jangan sampai malah dimanfaatkan. Kata-katanya terdengar ironis. Dengan polosnya, aku hanya angguk-angguk kepala. Seakan-akan sudah paling paham dan paling mengerti.

Aku diam-diam menulis mimpi. Bukan karena untuk kesenangan pribadi, akan tetapi aku telah menyusunnya dengan rapi dari setiap langkah yang akan ku tapaki. Dari beberapa cerita yang telah terjadi, terlalu banyak hal-hal yang ku sesali. Semua karena keteledoran dan kecorobohanku serta berani ambil ekspektasi. Ujung-ujungnya selalu berkata begini.

"Andai saja tadi begini, mungkin tidak akan begitu"
"Jika saja lebih begini, mungkin tidak akan seperti itu"
"Harusnya tadi seperti ini, pasti hal itu tidak akan terjadi"

Sampai disini, aku cukup tahu diri. Tidak ada yang perlu lagi ku sesali. Meskipun sedih, kecewa, dan luka pasti ada. Segala yang ada saat ini, itulah yang pantas untuk ku dapati. Namun satu hal yang pasti, aku tidak akan berhenti.

Lubuk Sikaping, 3 Januari 2021

Tidak ada komentar:

Posting Komentar