Kemarin sore aku duduk di balkon rumah, sembari menunggu adzan maghrib seraya menengadah ke langit.
Ketika
sedang sedih, tidak baik-baik saja atau sedang rindu pada sesuatu,
biasanya aku menatap langit. Aku merasakan langit lebih paham dan selalu
ada kapan pun juga saat aku tidak tahu akan bercerita kepada siapa. Mau
mendung, mau cerah, tapi langit selalu ada untuk kita. Dan itulah yang
dapat kurasa.
Ada yang pernah bertanya. Begini katanya : "Kenapa
cerita ke langit La, langit kan ga bisa dengar dan ga bisa ngomong?" Aku
tersenyum membalasnya. Aku menjawab, meskipun langit hanya diam, tetapi
aku merasa lega karena isi kepalaku yang sudah mau penuh ini karena
bertambah setiap hari, lebih terasa ringan dan berkurang setelah
berlama-lama melihat langit. Aku merasa langit yang begitu luas tiada
batas dapat menampungnya dan jika rindu ia dapat menyampaikannya kepada
seseorang yang aku rindukan.
Begitu juga sore itu. Teringat lagi
beberapa bulan kebelakang. Rasanya tahun kemarin adalah tahun yang
paling dinamis. Ia terasa bergerak, tidak hampa, tidak kosong seperti
sebelum-sebelumnya. Begitu juga setiap langkah, lebih terasa berisi, dan
dapat dimaknai.
Dapat juga dirasakan bahwa aku lebih memiliki
keberanian untuk menyatakan, untuk menunjukkan, tanpa perlu lagi
bersembunyi, dan diam-diam dalam tulisan.
Meskipun tidak
sepenuhnya utuh, masih terdapat ruang kosong yang aku sendiri belum tahu
bagaimana cara mengisinya bahkan sampai di detik ini. Namun dapat ku
pastikan akan tetap normal, tidak dipaksakan, apa adanya, dan ada dengan
cara yang sederhana.
Bahkan di penghujung tahun, aku merasakan
banyak yang telah pergi. Tidak disini lagi. Aneh, terasa berbeda. Aku
merasa asing dan tidak seperti perasaan yang biasa. Tidak biasanya aku
sepeduli ini pada yang datang dan pergi. Tentang keikhlasan dan
kesabaran lagi dan lagi.
Saat ini dan ke depannya, aku akan cukup
berusaha untuk menyimpan apa-apa saja yang penting untuk diingat,
dikenang, dan dijaga. Sampai di masa yang akan mendatang, semoga tidak
ada yang hilang. Semoga saja.
Lubuk Sikaping, 2 Januari 2021
Rabu, 03 Februari 2021
Yang Telah Pergi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar