Rabu, 03 Februari 2021

Yang Telah Pergi

Kemarin sore aku duduk di balkon rumah, sembari menunggu adzan maghrib seraya menengadah ke langit.

Ketika sedang sedih, tidak baik-baik saja atau sedang rindu pada sesuatu, biasanya aku menatap langit. Aku merasakan langit lebih paham dan selalu ada kapan pun juga saat aku tidak tahu akan bercerita kepada siapa. Mau mendung, mau cerah, tapi langit selalu ada untuk kita. Dan itulah yang dapat kurasa.

Ada yang pernah bertanya. Begini katanya : "Kenapa cerita ke langit La, langit kan ga bisa dengar dan ga bisa ngomong?" Aku tersenyum membalasnya. Aku menjawab, meskipun langit hanya diam, tetapi aku merasa lega karena isi kepalaku yang sudah mau penuh ini karena bertambah setiap hari, lebih terasa ringan dan berkurang setelah berlama-lama melihat langit. Aku merasa langit yang begitu luas tiada batas dapat menampungnya dan jika rindu ia dapat menyampaikannya kepada seseorang yang aku rindukan.

Begitu juga sore itu. Teringat lagi beberapa bulan kebelakang. Rasanya tahun kemarin adalah tahun yang paling dinamis. Ia terasa bergerak, tidak hampa, tidak kosong seperti sebelum-sebelumnya. Begitu juga setiap langkah, lebih terasa berisi, dan dapat dimaknai.

Dapat juga dirasakan bahwa aku lebih memiliki keberanian untuk menyatakan, untuk menunjukkan, tanpa perlu lagi bersembunyi, dan diam-diam dalam tulisan.

Meskipun tidak sepenuhnya utuh, masih terdapat ruang kosong yang aku sendiri belum tahu bagaimana cara mengisinya bahkan sampai di detik ini. Namun dapat ku pastikan akan tetap normal, tidak dipaksakan, apa adanya, dan ada dengan cara yang sederhana.

Bahkan di penghujung tahun, aku merasakan banyak yang telah pergi. Tidak disini lagi. Aneh, terasa berbeda. Aku merasa asing dan tidak seperti perasaan yang biasa. Tidak biasanya aku sepeduli ini pada yang datang dan pergi. Tentang keikhlasan dan kesabaran lagi dan lagi.

Saat ini dan ke depannya, aku akan cukup berusaha untuk menyimpan apa-apa saja yang penting untuk diingat, dikenang, dan dijaga. Sampai di masa yang akan mendatang, semoga tidak ada yang hilang. Semoga saja.

Lubuk Sikaping, 2 Januari 2021

Tidak ada komentar:

Posting Komentar